Copyright By www.failureanddiarrhea.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Menjaga KeSehat dengan Probiotik

Written By Luthfie fadhillah on Monday, February 27, 2012 | 2:43 AM

Jika kita sering diare, pencernaan sering terganggu, maka kita perlu mewaspadainya.Bisa jadi konsumsi probiotik kita kurang. Padahal probiotik sangat membantu meningkatkan kekebalan tubuh kita supaya tidak rentan terhadap penyakit.

”Konsumsi probiotik ditujukan untuk mengatasi permasalahan dalam pencernaan,” kata Iman Santoso MPhil dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia, Depok, Selasa (29/1). Iman Santoso berbicara di hadapan 200 guru biologi SMU se-Jakarta dan Bogor.

Roy Fuller (1989) mendefinisikan istilah probiotik sebagai mikroorganisme hidup dalam makanan suplemen yang memiliki efek menguntungkan bagi tubuh dengan meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam intestin.

Suatu penelitian mengaitkan bahwa seseorang dengan pola konsumsi makanan berkadar lemak dan protein tinggi namun berserat rendah akan memiliki lebih banyak bakteri yang merugikan di dalam pencernaan.

Jadi konsumsi probiotik ditujukan untuk mengatasi permasalahan dalam pencernaan. Mikroorganisme diharapkan mampu menjaga keseimbangan mikroorganisme pada pencernaan. Dengan demikian kesehatan tubuh akan lebih terjaga. Para peneliti juga percaya bahwa mikroorganisme probiotik bakteri LAB berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat probiotik itu sendiri antara lain menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi imun dan mencegah infeksi, memperbaiki kesehatan urogenital, menurunkan kadar kanker colon/detoksifikasi kersinogen, mengurangi inflamasi, meningkatkan penyerapan mineral, mengurangi kekacauan intestin, sintesis nutrien.

Makanan probiotik bisa berbentuk susu fermentasi, yogurt, keju, mentega, sari buah dan susu formula yang difortifikasi dengan bakteri asam laktat.
2:43 AM | 0 komentar | Read More

Lindungi Usus Dengan Susu Probiotik

SAAT anak tumbuh dan berkembang, ia gemar bereksplorasi dan memuaskan rasa keingintahuannya, salah satunya dengan memasukkan benda-benda yang dipegang ke dalam mulutnya. Ini tentu akan membuat orangtua khawatir.

Kuman penyakit yang bisa berada di mana saja dan kapan saja pasti juga ada pada benda-benda yang dipegang si kecil. Mulut dan saluran pencernaan adalah gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Karenanya saluran cerna sangat penting untuk dilindungi. Bila bakteri jahat masuk dan tumbuh subur di usus, dapat menyebabkan tidak maksimalnya produksi imunitas dan juga asupan nutrisi yang dibutuhkan si kecil. Akibatnya si kecil menjadi mudah sakit dan pertumbuhannya terhambat.

Saluran pencernaan si kecil akan selalu sehat apabila di usus terdapat probiotik (bakteri baik) dalam jumlah dominan, seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus. Probiotik akan menekan bakteri jahat seperti Staphylococcus, Salmonella,Enterococcus, Clostridium dan Coli agar tidak berkembang biak di usus.

Manfaat probiotik antara lain, melindungi permukaan usus sehingga mencegah bakteri jahat bertumbuh di usus, menjaga keseimbangan ekosistem usus dengan menekan bakteri jahat dari luar dan dalam tubuh, modulasi imunitas (memperkuat imunitas alami, daya tahan tubuh dan mengontrol iritasi usus) dan memberikan efek positif pada metabolik (pemanfaatan nutrisi, produksi asam lemak rantai pendek dan meningkatkan laktosa).

Probiotik banyak terdapat di kandungan susu bubuk. Mengapa di susu bubuk? Menurut Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB, menyebutkan, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, probiotik harus dapat dikonsumsi dalam keadaan hidup dan stabil, sehingga mencapai saluran cerna dalam keadaan hidup pula.

Dalam hal ini susu bubuk yang kering, dapat membuat probiotik tetap hidup dalam kondisi dorman (setengah tidur). Dalam susu ini pula probiotik dapat bertahan hingga 15 bulan tanpa refrigerator, mudah diolah dandistribusi, dan memberi nilai plus dari semua kebaikan susu. Probiotik akan kembali bekerja maksimal jika dikonsumsi langsung dengan air hangat 45 derajat selsius.

Untuk itu, jika ingin si kecil tumbuh sehat, harus dimulai dengan usus yang sehat, agar produksi imunitas dan asupan nutrisi menjadi maksimal sehingga meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan otak, dan akhirnya membuat si kecil menjadi bahagia.
2:42 AM | 0 komentar | Read More

Batu Ginjal dengan Bakteri Probiotik

Bakteri yang  menguntungkan tubuh atau probiotik selama ini dikenal sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan pencernaan. Dari sekian banyak bakteri probiotik, kita mengenal beberapa nama seperti Lactobacillus  atau Bifidobacterium.

Menurut hasil sebuah penelitian di Amerika Serikat, bakteri probiotik juga ternyata  berpotensi besar dalam menurunkan risiko mengidap penyakit batu ginjal kambuhan.

Seperti yang dipubliksikan dalam jurnal  The American Society of Nephrology, seseorang yang dalam ususnya memiliki bakteri Oxalobacter formigenes dalam jumlah besar dapat terhindar dari risiko penyakit batu ginjal hingga 70 persen.

Dengan hasil temuan ini, para peneliti dari Universitas Boston kini tengah berupaya mengembangkan metode untuk memanfaatkan bakteri ini sebagai pengobatan probiotik.

Batu ginjal merupakan benda yang terbentuk dalam organ akibat pengendapan kotoran atau zat buangan dalam urin.  Biasanya, ukuran batu ini bervariasi mulai dari sebesar pasir hingga permata.  Teksturnya pun ada yang kasar bergerigi atau bahkan halus.  Sedangkan warnanya ada yang kuning atau pun coklat.

Bila batu terbentuk dalam ginjal seseorang, batu tersebut bisa bergerak dan menyusuri bagian lain dari sistem urin.  Batu ini lalu menghambat aliran urin dan menyebabkan infeksi serta  rasa sakit yang begitu hebat atau bahkan dapat menimbulkan gagal ginjal.

Pembentukan batu ginjal biasanya terjadi pada pria atau wanita di usia 20 hingga 40 tahun.  Hampir  80 persen kasus batu ginjal kebanyakan dipengaruhi oleh senyawa yang disebut kalsium oksalat.

Hancurkan oksalat
Bakteri O.formigenes ternyata mampu menghancurkan oksalat dalam  saluran pencernaan atau usus dan jumlahnya bisa mencapai miliaran pada orang dewasa normal.

Para ahli dari Boston ini melakukan riset dengan cara membandingkan 247 pasien yang mengalami batu ginjal kambuhan dengan 259 partisipan lain yang tidak memiliki batu ginjal.

Hasil riset menunjukkan, hanya 17 persen dari kelompok pengidap batu ginjal yang ususnya dihuni bakteri O.formigenes dalam jumlah banyak, sedangkan prosentase pada kelompok sehat mencapai 38  persen.

¨Temuan kami ini memiliki potensi sangat penting dari segi klinis.  Kemungkinan untuk menggunakan bakteri sebagai probiotik memang masih dalam tahap awal investigasi,¨ ungkap Professor David Kaufman dari Universitas Boston.

Sementara itu Derek Machin, direktur bagian urologi University Hospital Aintree berpendapat, temuan ini akane membuka jalan  bagi ditemukannnya pengobatan efektif bagi batu ginjal kambuhan.

Namun begitu ia menyatakan penelitian secara klinis perlu dilakukan lebih lanjut sebelum  bekteri ini benar-benar dapat dipakai sebagai probitok. 

Menurutnya, batu ginjal sering dikaitkan dengan dehidrasi dan kasusnya lebih banyak terjadi di negera-negara beriklim kering dan panas seperti Arab Saudi.  Batu ginjal juga berhubungan dengan tingginya pengeluaran atau ekskresi kalsium. Namun pada banyak kasus, penyebabnya   tidak diketahui dengan jelas.                             
2:41 AM | 0 komentar | Read More

Atasi Diare dengan Bakteri Probiotik

Mikroorganisme yang menguntungkan tubuh  atau dikenal dengan sebutan bakteri probiotik tidak hanya berguna untuk memelihara kesehatan pencernaan.  Probiotik juga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi diare.

 ¨Salah satu fungsi bakteri probiotik adalah mampu membunuh bakteri jahat termasuk penyebab diare. Dengan cara kompetisi, bakteri baik ini dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat,¨ ungkap dr. Sukarliono, seorang pakar colon cleansing, di sela-sela kampanye sebuah produk minuman probiotik di Jakarta, Jumat (14/3) lalu.

Menurut, dr Karliono,  terjadinya diare karena jumlah bakteri jahat lebih banyak dibandingkan dengan bakteri baik. Pada anak-anak sering kali ditemukan diare yang disebabkan sumber makanan yang kurang higienis maupun pencemaran kotoran.

Pengobatan diare dengan menggunakan bakteri baik, lanjutnya, masih terbilang jarang,  Padahal menggunakan probiotik untuk mengobati diare lebih aman dan baik ketimbang memakai obat-obat kimia atau antibiotik.

¨Berdasarkan pengalaman dan praktik pengobatan pasien, menggunakan bakteri probiotik justru aman.  Untuk pasien yang mengalami diare, disarakan meminum dua kali dua botol minuman dalam sehari.  Diare biasanya turun, dan keesokan harinya sudah normal,¨  papar dokter yang akrab dipanggil dr.Karli tersebut.

Namun, lanjut dr.Karli penggunaan bakteri probiotik dalam mengobati diare ini harus dihindari bagi beberapa pasien yang sedang dalam sakit berat.

¨Yang harus dipertimbangkan adalah mereka yang sedang dalam perawatan intensif seperti di ICU atau bagi mereka yang belum dapat makan secara normal akibat sakit.  Sedangkan untuk bayi, disarankan penggunaannya hanya untuk mereka yang sudah menyusui dengan setengah takaran orang dewasa.

Selain mengatasi diare, menurut Karli, bakteri probiotik berkhasiat untuk melancarkan dan memperbaiki gangguan pencernaan lainnya seperti sembelit atau susah buang air besar.

¨Bakteri probiotik mencegah perlengketan kotoran pada dinding usus besar dengan cara melapisi dinding usus sehingga kotoran mudah bergerak ke bawah.  Bakteri baik dalam usus juga meningkatkan proses penghancuran kotoran menjadi lebih lembut sehingga  mudah dikeluarkan,¨ terangnya.  

Salah satu contoh bakteri baik adalah lactobacillus dan bifidobacteria. Sedangkan bakteri jahat adalah Clostridium perfringens, Escherichia coli, Salmonella Shingella, Enterococcus, dan Staphylococcus.

Sumber probiotik dapat diperoleh dari produk susu fermentasi, keju cottage, susu sapi, jus atau susu bubuk yang diperkaya dengan probiotik.  Sedangkan sediaan murni probiotik dapat berupa tablet, kapsul atau granula.
2:40 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger